1.
Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung
kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula
diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang
setara dengan Dia."
TAFSIR SURAT AL-IKHLAS
(MEMURNIKAN
KEESAAN ALLAH)
Makkiyyah.
Surat Ke 112; 4 ayat.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Surat Ini):
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan
dari Ubay bin Ka’ab Radhiallahu ‘Anhu bahwa orang-orang musyrik berkata kepada
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: Wahai Muhammad
sebutkanlah sifat-sifat Tuhanmu kepada kami.? Lalu Allah menurunkan surat ini.?
(HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi dll)
Diantara Keutamaan Surat Al-Ikhlas:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: Demi Dzat Yang jiwaku ada ditanganNya, sesungguhnya dia (surat Al-Ikhlas) sebanding sepertiga Al-Qur-an. (HR. Bukhari dll).
Dikatakan sebanding dengan sepertiga Al-Qur-an karena kandungan Al-Qur-an ada tiga macam: Tauhid, kisah-kisah dan hukum-hukum. Dan dalam surat ini terkandung sifat-sifat Allah yang merupakan tauhid sehingga surat ini sebanding atau sama dengan sepertiga Al-Qur’an.
Dinamakan surat Al-Ikhlash danIkarena didalamnya terkandung
keikhlasan (tauhid) kepada Allah
dikarenakan membebaskan pembacanya dari syirik (menyekutukan Allah ).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang.
Tauhid Uluhiyyah dan Larangan
Menyekutukan Allah Ta’ala:
Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha
Esa, (1)
Katakanlah wahai Muhammad Rasulullah
Shallallahu Alaihi Wa Ala Alihi Wa Sallam:Dia-lah Allah Yang Maha Esa dalam
uluhiyyah (ketuhanan) Yang tiada satupun bersekutu denganNya di dalamnya.?
Kita Butuh Allah Ta’ala Sedangkan Allah Tidak Membutuhkan Kita:
Allah adalah Tuhan yang bergantung
kepadaNya segala sesuatu. (2)
Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma
berkata: Ash-Shomad adalah yang bergantung kepadaNya semua makhluk untuk
mendapatkan hajat-hajat dan permintaan-permintaan mereka?
Beliau berkata pula tentang makna Ash-Shomad
: Dia adalah As-Sayyid (Maha Pemimpin) Yang Maha sempurna dalam
kepemimpinanNya, Asy-Syariif (Maha Mulia) Yang Maha sempurna dalam
kemuliaanNya, Al-?Adhiim (Maha Agung) Yang Maha sempurna dalam keagunganNya,
Al-Haliim (Maha Penyantun) Yang Maha sempurna dalam kesantunanNya, Al-?Aliim
(Maha Mengetahui) Yang Maha sempurna dalam pengetahuanNya dan Al-Hakiim (Maha
Bijaksana) Yang Maha sempurna dalam kebijaksaanNya. Dialah Yang Maha Sempurna
dalam kemuliaan dan kepemimpinan dan Dia adalah Allah, inilah sifatNya yang
tidak sepatutnya kecuali untuk Dia. Tidak ada yang setara denganNya dan tidak
ada pula sesuatu yang seperti Dia. Maha Suci Allah Yang Maha Esa lagi Maha
Mengalahkan (musuh-musuhNya)?
Allah Ta’ala Tidak Mempunyai Anak dan Tidak Pula Mempunyai Bapak-Ibu Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, (3)
Firman Allah: Dia tidak beranak
adalah merupakan bantahan terhadap tiga kelompok yang menyimpang lagi tersesat,
yaitu: Orang-orang musyrik, yahudi dan nasrani. Orang-orang musyrik mengatakan
bahwa malaikat adalah puteri-puteri Allah, orang-orang yahudi mengatakan bahwa Uzair
anak Allah dan orang-orang nasrani mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah.
Allah membantah dan mendustakan mereka dengan firmanNya: Dia tidak beranak dan
tiada pula diperanakkan Allah adalah Al-Awwal, yang sudah ada sebelum adanya
segala sesuatu bagaimana mungkin Dia menjadi anak . Allah Ta’ala Tidak
Beristeri dan Dia Maha Esa Dalam Segala-galanya
Dan tidak ada seorangpun yang setara
dengan Dia (4)
Dan tidak ada satupun yang setara
dengan Dia dalam nama-nama dan sifat-sifatNya dan tidak pula dalam semua
perbuatanNya, Dia Maha Berkah, Maha Suci lagi Maha Tinggi Mujahid,
rahimahullah berkata: Dan tidak ada
seorangpun yang setara dengan Dia, yakni tidak ada isteri bagiNya.






0 komentar:
Posting Komentar